vesoe.blogspot.com - "Mengapa saya tak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Tapi saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pd seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dgn resiko kami kehilangan kedekatan pd anak sendiri?
Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tak dpt saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya akan tak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dgn uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?
Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu."
~Jangan biarkan anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka
Bagaimana bila dibantu dg kakek neneknya?
~Sudah cukup rasanya membebani orangtua dgn mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga. Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah-mudahan ni bisa jadi penyemangat dan jawaban untk ibu-ibu berijazah yg rela berkorban demi keluarga & anak-anaknya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak-anak bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tak hanya dlm hal akademik, tapi jg untk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.
Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu ada pengorbanan dari orang-orang yg berada dibelakangnya, yg mungkin namanya tak pernah tertulis dlm sejarah. Berbanggalah engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia.
Semoga bermanfaat dan mari ingatkan sesama..
source : http://twitter.com, http://kompas.com

0 Response to "[Parenting] Penggalan Inspiratif: Dikutip dari ibu Ainun Habibie:"
Post a Comment