Kompas.com - Obat-obatan herbal sudah ratusan bahkan ribuan tahun dipakai secara turun temurun untk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Meski begitu, obat herbal tak bisa dikonsumsi sembarangan.Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 Kementrian Kesehatan RI, 59,12 orang Indonesia pernah mengonsumsi jamu / herbal. Jenis tanaman yg berpotensi sebagai obat antara lain jahe, kunyit, temulawak, temu ireng, kencur, lengkuas, sambiloto, jati belanda, cabe jawa, dan lempuyang.
Kendati begitu, menurut Prof.Maksum Radji, pengunaan obat herbal belum bisa menggantikan obat modern. "Umumnya reaksi obat herbal berlangsung lambat, sehingga pd kasus-kasus darurat medik obat modern lebih baik digunakan karena reaksinya lebih cepat dlm mengatasi gejala / menghilangkan rasa sakit tertentu," katanya.
Obat modern, menurut Guru Besar Tetap Farmasi Universitas Indonesia itu, meski diisolasi dari bahan alam, tetapi telah melalui kaidah pengujian yg komperhensif dan lengkap sehingga khasiat dan risikonya sudah distandarasisasi dgn baik.
Sebaliknya dgn obat tradisional yg merupakan warisan turun temurun dan hanya berdasarkan bukti-bukti empirik.
"Untuk dpt digunakan dlm pengobatan, obat herbal memerlukan serangkaian tahapan uji klinik untk memastikan tingkat keamanan, dosis, cara penggunaan, efikasi, monitoring efek samping dan interaksinya dgn senyawa obat lainnya," katanya.
Karena itu, menurutnya penggunaan obat herbal saat ni baru bisa sebatas memelihara kesehatan. Obat herbal jg sebaiknya tak dicampurkan dgn obat modern.
"Pemberian obat herbal harus dihindari ketika pasien mengkonsumsi obat modern yg regimen dosisnya sangat rendah, antara lain: antihistamin, immunosupresan, obat jantung, obat antidiabetes, antikoagulan (warfarin), teofilin, obat anti retroviral, antikolesterol, dan sebagainya," katanya.
Oleh sebab itu jika ingin menggabungkan obat herbal dgn obat modern, sebaiknya diminum berselang antara 1-2 jam.
Untuk penyakit kronis dan memiliki komplikasi berat, seperti diabetes / kanker, sebaiknya tetap dibarengi dgn pemeriksaan oleh dokter untk mencegah efek samping yg tak diinginkan."Pemberian obat herbal harus dihindari ketika pasien mengkonsumsi obat modern yg regimen dosisnya sangat rendah, antara lain: antihistamin, immunosupresan, obat jantung, obat antidiabetes, antikoagulan (warfarin), teofilin, obat anti retroviral, antikolesterol, dan sebagainya," katanya.
Oleh sebab itu jika ingin menggabungkan obat herbal dgn obat modern, sebaiknya diminum berselang antara 1-2 jam.
Untuk penyakit kronis dan memiliki komplikasi berat, seperti diabetes / kanker, sebaiknya tetap dibarengi dgn pemeriksaan oleh dokter untk mencegah efek samping yg tak diinginkan.
source : http://bbc.co.uk, http://liputan6.com, http://anangelnino.blogspot.com
0 Response to "[Film] Tetap cerdas memilih obat herbal"
Post a Comment