vesoe.blogspot.com - Banyak hal yg dijadikan pertimbangan seorang laki-laki ketika ia akan menikah. Banyak aspek yg mereka pikirkan sebelum akhirnya memilih bidadari yg kelak mendampinginya dlm arungi samudera kehidupan. Satu di antara banyaknya hal tersebut adlh apakah ia akan menikah dgn seorang gadis / janda.
Pertimbangan seseorang dlm memilih pasangan hidupnya sangat terkait erat dgn pribadi sang pemilih. Kemudian yg menjadi faktor pengaruhnya adlh kehidupan sehari-hari, keluarga, lingkungan sekitar, termasuk agamanya.
Jika Gadis yg Menjadi Tambatan Hati
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dlm salah satu riwayatnya menyarankan agar umatnya menikah dgn gadis. Karena mereka bisa saling bermesraan, bermain, subur dan mudah menerima serta tak membandingkan, sebab belum pernah menikah dgn orang lain.
Selain itu, seorang gadis memiliki kadar kecintaan yg besar dan tulus serta besarnya rasa terima kasih kepada laki-laki yg telah memilihnya menjadi istri, padahal di luar sana ada banyak wanita lain dgn kelebihan-kelebihan yg dimiliki.
Hal lain yg sering menjadi pertimbangan, bahwa dgn menikahi gadis seorang laki-laki tak akan mendapat ‘warisan’ masalah.
Jika menikahi gadis sudah menjadi sesuatu yg lumrah, maka tak demikian jika yg dinikahi oleh seorang laki-laki-lajang / duda-adalah sosok yg sudah pernah menikah.
Selain ‘warisan’ berupa anak dan barangkali masalah dgn mantan suami, anggapan miring masyarakat sering dialamatkan oleh masyarakat kepada mereka yg menikahi janda.
Baik anggapan bahwa sang laki-laki mengincar harta-jika janda kaya yg dinikahi-, jabatan-jika jandanya berpangkat-, / warisan dan kehormatan dan predikat duniawi lainnya.
Janda jg rentan dinikahi ketika ia memiliki sifat sedikit syukur dan banyak menuntut. Selain itu, kekhawatiran apakah sang anak bisa mencintai ayah barunya jg sering dijadikan pertimbangan.
Otomatis, jika sang janda banyak anaknya, maka faktor penghasilan dan kehidupan ekonomi penting jg untk dipikirkan.
(Bukan) Gadis / Janda
Rasulullah memang secara langsung memberi nasihat agar seorang laki-laki menikahi gadis. Sedangkan terhadap janda, beliau hanya pernah membenarkan sahabatnya yg menikah dgn janda. Padahal, jika melihat sejarah, dari banyak istri Nabi, hanya satu yg dinikahi saat masih gadis; sedang selainnya janda. Bahkan Ummu Khadijah binti Khuwailid menjanda dua kali sebelum menikah dgn Rasulullah.
Selain itu, dlm hadits lain terdapat isyarat persetujuan Nabi bagi seseorang yg menikahi janda, Nabi memberi garansi surga bagi siapa yg menyantuni janda. Apalagi menikahinya secara syar’i, kemudian mencukupi kebutuhan lahir dan bathinnya.
Nah, lantaran dua hal ini, gadis ataupun janda sebenarnya tak masalah. Tinggal melihat kecenderungan masing-masing, kesiapan diri dan keluarga, serta niatnya. Sebab, ketika seseorang menikahi seorang wanita-gadis ataupun janda-karena Allah Ta’ala dgn melihat agama dan kualitas akhlaknya, maka yakinlah bahwa itulah pernikahan yg diberkahi.
Itulah pernikahan yg ditetapkan iman atas pelakunya, dan disuburkan bagi mereka amal shalehnya. Kelak, pasangan inilah yg akan dikumpulkan di surga-Nya. Aamiin.(keluargacinta.com)

0 Response to "[Parenting] Dalam Islam Mana Lebih Baik Dinikahi, Gadis atau Janda? Ini Jawabannya"
Post a Comment